Source : Perusahaan Manufaktur Logam Nasional
Indonesia Institute for Mineral and Metal Industries (IM2I)
Lembaga not-for-profit dan independen dengan nama badan hukum Yayasan Pengembangan Industri Mineral dan Logam Indonesia berdasarkan Akte Pendirian No. 38 / 2020 dan Keputusan Menkumham No. AHU-0014090.AH.01.04
Menjadi Lembaga Think Tank Terkemuka yang dapat berkontribusi strategis dan menjadi rujukan utama pemangku kepentingan industri mineral dan logam, dalam rangka memajukan industri manufaktur mineral dan logam nasional
Sebagai center of excellence dan knowledge, melalui kegiatan-kegiatan:
Mengkaji isu dan kendala pengembangan industri ekstraktif, antara dan hilir
Menginisiasi dan menyelenggarakan diskursus, serta menjembatani koordinasi dan komunikasi pentahelix industri
Fasilitasi dukungan kepada Industri Kecil dan Menengah industri manufaktur
Fasilitasi dukungan terhadap pegiat teknologi berbasis sumber daya nasional
Fasilitasi dukungan terhadap vokasi tenaga nasional
Mineral memajukan peradaban selama ribuan tahun & kemajuannya telah memacu perkembangan eksplorasi, eksploitasi & teknologi pemanfaatannya secara signifikan. Pertumbuhan ekonomi di banyak negara tidak dapat disangkal berkat warisan sumber daya alam termasuk mineral. Seiring berjalannya waktu, terutama pasca revolusi industri, industri ini sangat berkembang, didukung sinergi riset perguruan tinggi & industri yang sangat erat. Keilmuan Teknik geologi, Teknik pertambangan & Teknik Metalurgi pada awal abad ke-19 tumbuh pesat. Di awal abad ke-20 negara-negara Eropa & Jepang melakukan eksplotasi besar-besaran hingga cadangan mineral menipis, yang dilanjutkan perburuan mineral ke benua Amerika Latin, Afrika & Asia, termasuk Indonesia hingga kini.
Pemanfaatan mineral logam semakin variatif, dengan aneka jenis unsur logam yang digunakan. Di awal munculnya kendaraan bermotor, mobil menggunakan 20 jenis logam, namun dampak kemajuan teknologi menambah jumlahnya mencapai 39 jenis logam. Kebijakan mineral negara maju berhubungan erat dengan kesinambungan pasokan kepentingan industri penggunanya. Muncul istilah critical raw material pada 2010, dimana kegagalan menjaga pasokan mineral akan meruntuhkan industri tertentu di negara maju. Negara berkembang pun menyadari bahwa ketergantungan kepada ekspor mineral mentah tidak membawa manfaat besar, dan pada saatnya negara tersebut menjadi negara industri baru: China, India & negara di Kawasan Asia Timur.
Harus disyukuri Indonesia dianugerahi Keunikan dan kompleksitas geologi, menjadikan negeri ini sarang berbagai jenis sumber daya mineral. Jenis mineral adalah bijih nikel, timah, tembaga, bauksit, besi, emas dan mangan. Dua jenis mineral logam Nikel dan timah bahkan memiliki keunggulan komparatif di dunia.
Belum lagi mineral sebagai sumber energi yakni batubara, mewarnai penggunaan energi bukan hanya untuk Indonesia namun untuk kebutuhan negara lain.
Disamping itu dengan diperkenalkan konsep circular economy maka pola pikir para pemangku kepentingan di industri pertambangan dan manufaktur serta kebijakan lingkungan hidup perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Dalam processing material semua material tersisa dari mata rantai produksi mineral dan logam harus dianggap side products bukan limbah karena pada hakikinya material tersebut bermanfaat seiring pemanfaatannya.
Disamping memiliki potensi mineral penting, Indonesia memiliki keunggulan komparatif lain yakni market size, dimana di Kawasan Asia timur berada di posisi ke-2 setelah China. Ekonomi nilai tambah sumber daya mineral menjadi fokus negara saat ini. Komitmen untuk meningkatkan nilai tambah mineral menjadi kebutuhan seperti tertuang dalam Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Undang-Undang Perindustrian. Indonesia perlu meningkatkan posisi tawar nya dalam global value chain industri berbasis mineral yang selama ini terbatas memproduksi logam dasar dan sedikit paduannya. Lima aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan industri berbasis mineral yaitu pasokan, permintaan, teknologi, inovasi, kebijakan / regulasi dan pendanaan. Selama ini perkembangan industri mineral lebih banyak didorong oleh supply driven, dan sudah saatnya pembangunan didorong oleh demand driven.
Indonesia Institute for Mineral and Metal Industries didirikan dengan tujuan untuk berkiprah menyumbangkan ide dan gagasan kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan industri, sehingga memberikan dorongan serta rangsangan bagi tumbuhnya investasi dan pembangunan industri ini, dengan menyediakan kajian dan analisa terhadap isu-isu strategis, supply – demand dan perkembangan teknologi.
Kondisi dan berbagai isu pada perkembangan industri mineral dan logam saat ini :
IM2I didirikan untuk memberikan masukan dan gagasan melalui kajian terukur, solusi strategis dan diskursus aktif sebagai masukan pengambilan keputusan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan industri.
Yayasan Pengembangan Industri Mineral dan Logam Indonesia